Tampilkan postingan dengan label DEMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DEMA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2019

BINGKAI ISLAM RAHMATANLIL ‘ALAMIN KUATKAN PILAR AGAMA DAN KEBANGSAAN 3.112 MABA DI PBAK 2019


Sebanyak 3.112 Mahasiswa Baru (Maba) IAIN Kudus Tahun 2019, ikuti Technical Meeting Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK)  di Lapangan Kampus Timur, pada Rabu (07/08/2019).
Jumah tersebut terdiri dari Fakutas Tarbiyah sebanyak 1.116 Maba, Fakutas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 779 Maba, Fakutas Dakwah dan Komunikasi Islam sebanyak 507 Maba, Fakutas Syariah sebanyak 318 Maba dan Fakutas Ushuluddin 371 Maba. PBAK akan diselenggarakan mulai hari Kamis sampai Sabtu (8-10 Agustus 2019) . Kegiatan ini sebagai bekal mahasiswa untuk menempuh dunia perkuliahan mendatang.
Tema yang diangkat dalam PBAK tahun ini yaitu “Revitalitas Integritas Mahasiswa dalam Menjaga Pilar-pilar Berbangsa dan Bernegara dengan Bingkai Islam Rahmatanlil ‘Alamin”. Tema ini dibedah oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri, S.TP., M.Si., Staf Ahli Bupati Kudus Wahyu Haryanti, dan Wakil Rektor III IAIN Kudus Bidang Akademik dan Kemahasiswaan  Dr. H. Ihsan.
Jumeri menyampaikan, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, sangat diperlukan memiliki integritas pada diri. Mahasiswa IAIN Kudus wajib memiliki pribadi santun, berbudi dan tetap berpikir kritis. Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan berkolaborasi dan mampu menyelesaikan masalah dengan memiliki sikap leadership.  Tidak hanya itu, mahasiswa mampu berfikir kreatif, terutama di era digital seperti ini.
“Hal ini bisa dibangun dan dilatih dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang ada di kampus, ” sambungnya.
Wahyu Haryanti menambahkan, mengenai pembahasan pilar-pilar kebangsaan, mahasiswa nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan masa depan yang harus memiliki jiwa nasionalisme. Mahasiswa diminta untuk memperkokoh pondasi kebangsaan dengan mengamalkan 4 pilar kebangsaan, meliputi Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tuggal Ika. Untuk melatih hal itu, maka diperlukan sikap yang mandiri dalam kehidupan.
“Mahasiswa jangan kaku, dalam kehidupan, mahasiswa mampu melihat dunia sekitar menjadi guru” pesannya.
Pada kesempatan terakhir Wakil Rektor III menyampaikan, rahmatanlil ‘alamin dalam konteks  Kudus dapat dilihat dari keberkahaan dan naungan dua sunan yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria. Selain itu beliau juga berpesan untuk dapat mempersiapkan masa depan yaitu terdapat dua kunci yaitu harus memiliki ilmu pengetahuan dan mengikuti kegiatan kemahasiswaan.
“IAIN Kudus memiliki 54 Organisasi Kemahasiwaan (OK)  dan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), jadi ikutilah sesui bakat dan minat yang dimiliki,” pesannya.
Dengan mengikuti kegiatan mahasiswa, diharapkan dapat menjadi alumni, sosok dan tokoh yang mencoba mengelaborasi ajaran Islam dengan prespektif rahmatanlil ‘alamin. “Mahasiswa IAIN siap jadi apapun, yang penting memberikan manfaat dan maslahat kepada umat dan masyarakat” pungkasnya. (Yusi-Humas IAIN Kudus)
Sumber : iainkudus.ac.id

Senin, 15 Juli 2019

Selain Lomba, Ada Pertemuan DEMA dan SEMA PTKIN Se-Indonesia di PIONIR IX UIN Malang



TIMESINDONESIA, MALANG – Selain perlombaan dan pertandingan, Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset IX (PIONIR IX) juga akan menggelar pertemuan DEMA dan SEMA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau PTKIN seluruh Indonesia di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) pada Kamis-Jumat, (18-19/7/2019).
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) di tingkat Universitas adalah organisasi mahasiswa tertinggi. Seluruh Ketua DEMA-SEMA di PTKIN diundang oleh Arskal Salim GP Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Dijen Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Para pimpinan mahasiswa tersebut juga diminta untuk memenuhi persyaratan untuk menunjang esensi pertemuan. Di antaranya, menulis essai dengan 4 tema yang sudah ditentukan sesuai pengelompokan PTKIN. Berdasarkan surat undangan Nomor: B-1904.1/DJ.I/Dt.I.III/HM.01/06/2019, karya peserta nantinya akan dijadikan bahan panel diskusi dan diterbitkan jika memungkinkan.
Selain itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi juga dijadwalkan hadir di forum tersebut. Sejak hari pertama, Senin (15/7/2019) sudah ada pertemuan Forum Pimpinan PTKIN (Rektor), FGD Pola Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa, Pentas Seni dan Kreativitas Mahasiswa serta Pameran Produk-Produk PTKIN.
Event prestisius dua tahunan ini akan dibuka oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin pada Senin (15/7/2019) malam. Dengan mengusung tema Spirit of Unity, diharapkan adanya suasana silaturrahim untuk merajut tenun kebangsaan antara PTKIN se-Indonesia.
Arskal Salim GP mengatakan PIONIR IX 2019 digelar agar diantara anak bangsa saling mempererat tali silaturahim kebangsaan dan memperteguh persatuan antar PTKIN se-Indonesia.
“PIONIR diharapkan berkontribusi bagi kemajuan prestasi akademik, olahraga, dan seni serta media mencari bibit-bibit unggul dalam kancah nasional,” tutur Arskal, Senin (15/7/2019).
Sebagai informasi, menurut Isroqunnajah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, animo mahasiswa yang ikut ambil bagian dalam PIONIR kali ini sangat menggembirakan. Tercatat 3.500 mahasiswa utusan dari 7 STAIN, 34 IAIN, dan 17 UIN.
“Ada 39 cabang yang akan dilombakan dan dipertandingkan, yang terbagi dalam empat kategori, yaitu cabang Ilmiah, Olahraga, Seni dan cabang Riset. Cabang Ilmiah meliputi 7 jenis: Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Debat Konstitusi, Business Plan, Musabaqah Qiroatil Kutub, Musabaqah Karya Tulis Al-Qur’an dan Musabaqah Fahmil Qur’an,” tutur Ketua Panitia Pelaksana PIONIR ini.
Sedangkan untuk Cabang Olahraga ada 12 lomba: Bola Voli, Futsal, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Catur, Sepak Takraw, Basket, Karate, Pencak Silat, Tae Kwon Do, Panjat Dinding dan Lempar Pisau.
Sementara Cabang Seni, 13 lomba: Kaligrafi, Desain & Peragaan Busana Islami, Duta PTKIN, Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Syarhil Qur’an, Puitisasi Al-Qur’an, Musikalisasi Hadits, Pop Solo Islami, Cipta Lagu Islami, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Pemilihan Dai Mahasiswa, Film Pendek dan Hadrah.
Adapun untuk cabang riset ada 4 jenis lomba yaitu: Karya Tulis Ilmiah Ilmu-Ilmu Sosial, Karya Tulis Ilmiah Sains dan Teknologi, Karya Inovatif, dan Inovasi Media Pembelajaran.
PIONIR IX yang digelar di UIN Malang kali ini melibatkan para aktivis atau Ketua DEMA dan SEMA PTKIN seluruh Indonesia. Ini adalah pertama kali diagendakan di PIONIR IX. (*)

Sumber : www.timesindonesia.co.id